_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"www.dinaviriya.com","urls":{"Home":"https://www.dinaviriya.com","Category":"https://www.dinaviriya.com/36-strategi/","Archive":"https://www.dinaviriya.com/2018/02/","Post":"https://www.dinaviriya.com/kegiatan-kegiatan-harian-dalam-merayakan-hari-raya-imlek/","Page":"https://www.dinaviriya.com/idiom-mandarin-cheng-yu/","Attachment":"https://www.dinaviriya.com/kegiatan-kegiatan-harian-dalam-merayakan-hari-raya-imlek/kegiatan-harian-tahun-baru-imlek/","Nav_menu_item":"https://www.dinaviriya.com/1357/","Wpcf7_contact_form":"https://www.dinaviriya.com/?post_type=wpcf7_contact_form&p=255","Insertpostads":"https://www.dinaviriya.com/insertpostads/native-ads-post/","Lh-multisite-ads":"https://www.dinaviriya.com/lh-multisite-ads/amp_ads1/","Wp_quiz":"https://www.dinaviriya.com/wp_quiz/quiz-tes-pengetahuan-sejarah-tiongkok/"}}_ap_ufee

Masa Tiga Kerajaan dalam Sejarah China (San Guo)

Tiga Kerajaan dalam Sejarah ChinaMasa Tiga Kerajaan (Masa San Guo) atau lebih dikenal dengan istilah Samkok merupakan salah satu masa yang cukup terkenal dalam perjalanan sejarah China. Masa Tiga Kerajaan yang dimaksud adalah Masa terbaginya daratan China menjadi Tiga Kerajaan atau 3 Negara yaitu Kerajaan Shu, Kerajaan Wei dan Kerajaan Wu.

Masa Tiga kerajaan tersebut terjadi Setelah Perang Chi Bi [赤壁之战] pada tahun 208 sampai Dinasti Jin kembali mempersatukan daratan China pada tahun 280. Marga Cao [曹氏] sebagai Raja Negara Wei [魏国], Marga Liu [刘氏] sebagai Raja Negara Shu [蜀国] dan Marga Sun [孙氏] sebagai Raja Negara Wu [吴国].

Pada masa akhir-akhirnya Dinasti Han Timur, Dong Zhuo [董卓]sebagai Perdana Menteri saat itu bertindak semena-mena dan kejam sedangkan kekuasaan pemerintahan sepenuhnya dikuasai oleh Dong Zhuo sehingga Kaisar Dinasti Han tidak dapat berbuat banyak terhadap segala tindakan Dong Zhuo. Saat itu, para kepala Negara Adipati, bangsawan dan Jenderal kemudian mendeklarasikan perlawanan terhadap kekuasaan Dong Zhuo. Salah satu diantaranya adalah Cao Cao [曹操] yang pada saat itu menjabat sebagai Kapten Militer Dinasti Han juga ikut serta dalam perlawanan terhadap Dong Zhuo. Semenjak itu, Kekuasaan Cao Cao makin besar dan kuat yang sehingga pada tahun 196 Cao Cao berhasil merebut Kaisar Han Xian Di dari tangan Dong Zuo dan memindahkan Ibukota Dinasti Han ke Xu Chang [许昌] dengan maksud mempergunakan nama Kaisar untuk menaklukan Negara adipati lainnya.  Dengan Strategi tersebut, Cao Cao berhasil menguasai daratan China bagian Utara dengan melenyapkan Kekuasaan Yuan Shu [袁术], Lv Bu [吕布], Zhang Xiu [张绣] dan Yuan Shao [袁绍]. Pada Tahun 208, Cao Cao berencana untuk melenyapkan kekuasan Sun Quan [孙权] di daerah Dong Wu [东吴] dengan memobilisasi sekitar 800 ribu tentara untuk melakukan penyerangan.

Saat itu, Penasehat Militer Liu Bei [刘备]yang bernama Zhu Ge Liang [诸葛亮]berhasil menyakinkan Sun Quan untuk bekerjasama dengannya untuk melawan penyerangan Cao Cao tersebut. Dengan menggunakan taktik serangan api, mereka berhasil mengalahkan Cao Cao yang memiliki kekuatan militer yang jauh lebih besar dari mereka. Liu Bei kemudian mengambil kesempatan untuk menduduki daerah Shu dan Han Zhong sehingga terbentuklah Tiga Kerajaan yang membagikan daratan China menjadi tiga kekuasaan pemerintahaan.

Tahun 215, Cao Cao  memanfaatkan situasi peperangan antara Liu Bei dan Sun Quan di daerah Jing Zhou [荆州] dengan melakukan penyerangan terhadap Han Zhong. Cao Cao berhasil menduduki sementara daerah Han Zhong, tetapi tidak lama kemudian Liu Bei berdamai dengan Sun Quan dan kembali menyerang Cao Cao di Han Zhong, Cao Cao kalah. Pada penyerangan tersebut, Liu Bei berhasil membunuh salah seorang Jenderal terbaik Cao Cao yang bernama Xia Hou Yuan [夏侯渊]. Pada Tahun 219, Tentara Liu Bei yang dipimpin oleh Jenderal Besar Guan Yu [关羽] menyerang Cao Cao di kota Fan Cheng [樊城]. Cao Cao kemudian bersekutu dengan Dong Wu (Sun Quan) melakukan serangan dua arah terhadap Jenderal Besar Guan Yu yang menyebabkan Jenderal Besar Guan Yu terbunuh. Persekutuan Sun dan Liu berakhir.

Satu tahun kemudian, Cao Cao meninggal dunia, anaknya Cao Pi [曹丕] menggantikan ayahnya menjadi Raja Wei. Cao Pi kemudian memaksa Kaisar Han Xian Di untuk mengundurkan diri dari tahta kekaisarannya. Cao Pi mengakui dirinya sebagai Kaisar Negara Wei.

Liu Bei dan Sun Quan juga mengikuti langkah Cao Pi dengan mengakui diri mereka sebagai Kaisar. Liu Bei yang merupakan keturunan Han menggunakan Nama Negara Han tetapi daerah pemerintahannya hanya sebatas Propinsi Yi Zhou [益州] jadi disebut juga sebagai Shu Han [蜀汉]. Sedangkan Sun Quan mengakui dirinya sebagai Kaisar Negara Wu.

Tahun 222, Liu Bei melakukan aksi balas dendam dengan menyerang Dong Wu tetapi penyerangan tersebut berhasil dipukul mundur oleh Jenderal Besar Kerajaan Wu yang bernama Lu Xun. Liu Bei kemudian mundur ke Kota Bai Ti, setahun setelahnya Liu Bei Wafat di Kota Bai Ti. Anak Liu Bei, Liu Chan naik tahta menggantikan ayahnya dan dibantu oleh Zhuge Liang dalam hal pemerintahan Kerajaan Shu Han. Untuk melanjuti cita-cita Liu Bei, Zhuge Liang  melakukan 6 kali penyerangan ke Kerajaan Wei tetapi tidak pernah membuahkan hasil. Zhuge Liang wafat pada tahun 234 saat melakukan penyerangan terakhir kalinya.

Tahun 226 Raja Wei Cao Pi wafat, anaknya yang bernama Cao Rui [曹睿]naik tahta menggantikan ayahnya dengan Sima Yu [司马欲] sebagai pejabat pembantu utamanya sehingga kekuasaan Kerajaan Wei sepenuhnya dikuasai oleh Keluarga Sima. Sima Yu merupakan salah satu Politikus dan ahli Militer yang terkenal dalam sejarah China. Sima Yu beberapa kali melakukan penyerangan ke Han Zhong berhadapan dengan Zhuge Liang dan Jiang Wei yang juga merupakan ahli militer di Kerajaan Shu Han. Tahun 263, Anak Sima Yu yang bernama Sima Zhao mengirim Zhong Hui dan Deng Ai melakukan penyerangan ke Kerajaan Shu. Pada tahun yang sama berhasil memasuki Cheng Du Ibukota Kerajaan Shu, Raja Shu Liu Zhan menyerahkan diri, Kerajaan Shu Han berakhir.

Tahun 265, Anak Sima Zhao [司马昭] yang bernama Sima Yan [司马炎] memaksa Raja Wei Cao Huan [曹奂] melepaskan tahta Rajanya dan menggantikan nama Negara menjadi Jin [晋] beribukota di Luo Yang. Dalam sejarah China disebut sebagai Dinasti Jin Barat dan Sima Yan sebagai Kaisar Jin Wu Di. Pada saat tersebut, Raja Wu adalah Sun Hao [孙皓]. Raja Wu ini tidak peduli terhadap pemerintahan kerajaan sehingga Kaisar Jin Wu Di [晋武帝] (Sima Yan) dengan mudah menduduki Kerajaan Wu. Tahun 280, Kerajaan Wu berakhir. Kaisar Jin Wu Di berhasil mempersatukan kembali Daratan China dibawah kekuasaan Dinasti Jin.

Semenjak akhir Dinasti Han timur, China sering terjadi perperangan yang menyebabkan berkurangnya populasi. Kondisi Ekonomi pun mengalami penurunan, pada Masa Tiga Kerajaan yang berlangsung selama 72 tahun juga memperparah kondisi perekonomian China. Kerajaan Shu maupun Kerajaan Wu pernah mengalami kekurangan bahan pangan yang menyebabkan kelaparan rakyat dan tertundanya aksi militer sehingga Ketiga Kerajaan tersebut meletakan Produksi Pangan pada prioritas pertamanya. Karena keperluan Perang, Teknik pengolahan logam dan pembuatan Kapal mengalami kemajuan yang cukup pesat. Tetapi perperangan yang tiada hentinya membuat pembangunan dan perkembangan di segala bidang melambat.

Selama masa Tiga Kerajaan yang berlangsung 72 tahun, banyak tokoh politik dan ahli militer muncul pada masa tersebut seperti Cao Cao, Liu Bei, Sun Quan, Zhou Yu, Zhuge Liang, Sima Yu, Lu Xun, Zhang Fei, Guan Yu, Ma Chao, Zhao Yun dan masih banyak lagi. Salah satu maha karya “San Guo Yan Yi [三国演义]” mengambil latar belakang Masa Tiga Kerajaan ini sebagai Topik Penulisannya. Disamping itu, juga banyak muncul Game Komputer yang berlatar belakang Masa Tiga Kerajaan ini seperti San Guo Zhi, Zhen San Guo Wu Shuang, Three Kingdom online dan lain sebagainya.

Belajar Bahasa Mandarin :

  • 三 (baca : Sān) = Tiga
  • 国 (baca : guó) = Negara

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*