Kegiatan-kegiatan Harian dalam Merayakan Hari Raya Imlek

Kegiatan Harian dalam Merayakan Hari Raya Imlek

Kegiatan-kegiatan Harian dalam merayakan Hari Raya Imlek – Dapat dikatakan bahwa Hari Raya Imlek adalah Hari Raya terbesar bagi warga Tionghoa. Pada umumnya, warga Tionghoa akan melakukan beberapa kegiatan tradisi untuk menyambut kedatangan Hari Raya Imlek ini. Kegiatan Tradisi tersebut dimulai dari beberapa hari sebelum tibanya Hari Raya Imlek hingga hari kelima belas hari raya Imlek. Hari kelima belas Imlek yang biasanya disebut dengan istilah Cap Go Meh atau Festival Yuan Xiao ini juga menandakan bahwa perayaan hari raya Imlek telah selesai.

Kegiatan-kegiatan Harian dalam merayakan Hari Raya Imlek

Berikut ini adalah kegiatan-kegiatan harian tradisional yang umumnya dilakukan oleh warga-warga Tionghoa dalam merayakan Hari Raya Imlek.

3 Hari sebelum Imlek (13 Februari 2018) : Hari Pembersihan

Hari Ketiga sebelum Hari Raya Imlek atau Tanggal 28 bulan 12 menurut penanggalan Imlek, biasanya ditetapkan sebagai Hari Pembersihan. Warga Tionghoa umumnya akan membersihkan rumahnya dari debu-debu, membuang barang-barang yang tidak diperlukan lagi serta mendekorasi rumahnya. Hari Pembersihan ini memiliki arti yang sangat penting, yaitu menandakan pengucapan selamat tinggal tahun lalu dan membuang semua ketidakberuntungan yang terjadi pada tahun lalu. Perlu diketahui juga bahwa kegiatan-kegiatan menyapu, mengepel dan mencuci adalah kegiatan-kegiatan yang dilarang dalam 5 hari pertama tahun baru Imlek karena diyakini dapat menyebabkan hilangnya keberuntungan pada tahun yang baru ini.

1 Hari sebelum Imlek (15 Februari 2018) : Makan Malam Bersama Keluarga

Makan Malam Bersama Keluarga adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan dalam menyambut Hari Raya Tahun Baru Imlek ini. Anggota keluarga yang bekerja diluar daerah akan pulang kampung atau lebih kerenya disebut dengan Mudik ke kampung halamannya untuk berkumpul bersama keluarga dan makan malam bersama anggota keluarganya yang lain terutama dengan kedua orang tua tercinta kita. Pada makan malam bersama tersebut, biasanya dihidangkan makanan yang lezat dan mengandung makna-makna keberuntungan, kemakmuran, kebahagiaan dan kekayaan.

Hari Pertama Tahun Baru Imlek (16 Februari 2018) : Hari Raya Tahun Baru Imlek

Hari Pertama Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa akan saling mengunjungi ke rumah-rumah saudara dan sahabat. Pasangan yang telah nikah akan memberikan Angpao (amplop merah) yang berisi uang kepada anak-anak, muda-mudi yang belum menikah dan orang tua dengan mengucapkan berbagai ucapan-ucapan selamat Tahun Baru dan harapan terbaik untuk Tahun Baru Imlek ini.
Baca juga : Makna Pemberian Angpao di Tahun Baru Imlek.

Hari Kedua Tahun Baru Imlek (17 Februari 2018) : Mengunjungi Rumah Orang Tua Istri

Hari kedua Tahun Baru Imlek ini biasanya digunakan oleh pasangan yang telah menikah untuk mengunjungi rumah orang tua istri. Berkumpul bersama dan makan siang di rumah orang tua istri. Memberikan Angpao kepada orang tua istri dan saudara-saudara istri yang belum menikah.

Hari Ketiga Tahun Baru Imlek (18 Februari 2018) : Tinggal di Rumah untuk menghindari ketidakberuntungan.

Selama dua hari berturut-turut mengunjungi rumah saudara dan sahabat, hari ketiga biasanya digunakan untuk beristrirahat di rumah dan hindari kunjungan ke rumah orang lain agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya pertengkaran. Hari ketiga Imlek ini juga dikenal dengan hari anjing merah (赤狗日 [Chì gǒu rì]) yaitu hari dewa kemalangan. Meskipun demikian, warga Tionghoa zaman sekarang banyak yang menggunakan hari ketiga imlek ini untuk jalan-jalan atau rekreasi ke tempat-tempat wisata daripada berdiam di rumah.

Hari Keempat Tahun Baru Imlek (19 Februari 2018) : Siap-siap untuk menyambut para Dewa

Pada hari keempat ini, warga Tionghoa sudah disibukan dengan berbagai persiapan untuk menyambut para dewa, terutama dewa dapur yang akan turun dari Surga ke Bumi. Pada umumnya, Warga Tionghoa akan menyiapkan berbagai hidangan seperti minuman, buah-buahan, tiga jenis daging (daging ikan, daging babi, daging ayam), kue serta menyalakan dupa dan lilin pada sore hari untuk menyambut para dewa.

Hari Kelima Tahun Baru Imlek (20 Februari 2018) : Menyambut Dewa Rezeki

Hari Kelima Tahun Baru Imlek diyakini sebagai hari kelahiran Dewa Rezeki. Untuk menyambut Dewa Rezeki, warga-warga Tionghoa biasanya akan menyala kembang api dan membuka pintu dan jendela di tengah malam.
Baca juga : Dewa Rezeki dalam Tradisi Tionghoa.

Hari Ketujuh Tahun Baru Imlek (22 Februari 2018) : Merayakan Hari Lahir Manusia

Hari Ketujuh Imlek adalah hari terciptanya manusia oleh Dewi Nuwa (女娲) menurut mitologi Tionghoa. Sebelum menciptakan manusia, Dewi Nuwa terlebih dahulu menciptakan 6 hewan di 6 hari berturut-turut yaitu hari pertama Ayam, hari kedua Anjing, hari ketiga Babi, hari keempat Kambing, hari kelima Sapi dan hari keenam Kuda. Di Asia Tenggara, hari lahir manusia ini diperingati dengan menghidangkan makanan yang bernama Yu Seng (鱼生)yaitu irisan daging ikan mentah, sayuran, jeruk nipis, kerupuk renyah dan acar jahe serta dicampur dengan bumbu lainnya. Makanan tersebut kemudian diaduk dan diangkat tinggi-tinggi dengan mengucapkan berbagai kata-kata dan ucapan-ucapan keberuntungan dan kebahagiaan.

Hari Kelimabelas Tahun Baru Imlek (2 Maret 2018) : Perayaan Cap Goh Meh (Festival Yuan Xiao)

Hari Kelimabelas Imlek, warga-warga Tionghoa akan merayakan Festival Yuan Xiao atau di Indonesia lebih dikenal dengan istilah Cap Go Meh (Malam Kelimabelas). Malam tersebut juga sebagai tanda selesainya perayaan Hari Raya Imlek. Malam Cap Go Meh ini juga sering disebut juga dengan Festival Lampion/Lentera karena pada malam ini, warga Tionghoa akan menghiasi rumahnya dan jalan-jalan raya dengan berbagai bentuk lampion-lampion. Malam ini juga untuk merayakan bulan purnama pertama di tahun yang baru.
Baca juga : Malam Cap Go Meh (Festival Yuan Xiao).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*