_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"www.dinaviriya.com","urls":{"Home":"http://www.dinaviriya.com","Category":"http://www.dinaviriya.com/36-strategi/","Archive":"http://www.dinaviriya.com/2017/09/","Post":"http://www.dinaviriya.com/pernyataan-menolak-dan-menyangkal-dalam-bahasa-mandarin/","Page":"http://www.dinaviriya.com/idiom-mandarin-cheng-yu/","Attachment":"http://www.dinaviriya.com/pernyataan-menolak-dan-menyangkal-dalam-bahasa-mandarin/pernyataan-menolak-dan-menyangkal-dalam-bahasa-mandarin/","Nav_menu_item":"http://www.dinaviriya.com/1357/","Wpcf7_contact_form":"http://www.dinaviriya.com/?post_type=wpcf7_contact_form&p=255","Insertpostads":"http://www.dinaviriya.com/insertpostads/native-ads-post/","Lh-multisite-ads":"http://www.dinaviriya.com/lh-multisite-ads/1647/"}}_ap_ufee

Sejarah Dinasti Qin

Qin Chao (秦朝)Dinasti Qin[秦朝] (Tahun 221 sebelum Masehi ~ Tahun 206 sebelum Masehi) merupakan Dinasti Pertama China yang menyatukan keragaman suku bangsa di Negara China dalam satu Kebangsaan tunggal Nasional China dan juga merupakan Dinasti Pertama yang  menggunakan sistem pemerintahan terpusat  (sentralisasi) yaitu sistem pemerintahaan yang  Kekuasaannya terletak penuh ditangan Kaisar yang juga merupakan dasar dari Sistem Kekaisaran feodal yang diteruskan oleh dinasti-dinasti setelahnya selama ribuan tahun.

Kaisar Pertamanya yaitu Kaisar Qin Shi Huang (Shi Huang Di [始皇帝]) berhasil mengakhiri perpecahan antar negara-negara bagian adipati di masa periode Negara berperang (Zhan Guo [战国]) yang berlangsung selama 500 tahun lamanya.

Dengan Kekuatan Ekonomi dan Militernya, Kerajaan Qin berhasil menyatukan kembali daratan China dengan melenyapkan 6 kerajaan lainnya. Yin Zheng [赢政] yaitu nama asli Kaisar Qin yang memakai gelar Kaisar Qin Shi Huang pada tahun ke-26-nya merubah sistem politik desentralisasi menjadi sentralisasi, tidak ada sistem Negara bagian adipati dibawah kekuasaannya. Sistem Politik tersebut sangat berbeda dengan sistem politik pada dinasti-dinasti sebelumnya sehingga penerapannya juga menghadapi banyak tantangan dan perlawanan dari pejabat yang memiliki pemikiran politik yang masih bersifat konvensional.

Yin Zheng kemudian juga merubah gelar Raja (Wang [王]) menjadi Kaisar (Huang Di [皇帝]) , istilah Huang [皇] diambil istilah  “San Huang [三皇]” dan Di [帝] dari istilah “Wu Di [五帝]” dan menetapkan Kota Xian Yang [咸阳] sebagai Ibukotanya. Kaisar Qin Shi Huang membagi Daratan China menjadi 36 Propinsi yang kepala daerahnya langsung ditunjukan oleh Pemerintah Pusat dan tidak dapat menjabat secara turun menurun. Di Pemerintahan Pusat, dibentuk Jabatan Perdana Menteri Kanan dan Kiri [左右丞相],  Yu Shi Ta Fu [御使大夫], Tai Wei [太尉], Jiang Jun [将军], Ting We [廷尉] dan jabatan lainnya. Kaisar Qin Shi Huang juga mempersatukan penggunaan Bahasa dan Tulisan serta satuan Pengukuran seperti derajat, kepanjangan dan berat. Dibawah Perdana Menteri Qin yang bernama Li Shi, Tulisan Qin Zhuan [秦篆] disebut juga dengan Xiao Zhuan [小篆] ditetapkan sebagai bentuk tulisan resmi di Dinasti Qin. Pada tahun 221 sebelum Masehi, Kaisar Qin Shi Huang menetapkan Peraturan untuk mempersatukan Tulisan, Uang, Sistem Pertanahan, Sistem Transportasi dan sistem-sistem lainnya.

dynasty qin

Untuk mengurangi ancaman dari Suku Minoritas Xiong Nu [匈奴] di daerah Utara, Kaisar Qin Shi Huang mengirimkan 300,000 ribu tentara dibawah pimpinan Jenderal Besar Meng Tian untuk menyerang suku Xiong Nu tersebut.  Kaisar Qin Shi Hung juga memerintahkan untuk membangun Tembok Keamanan yang kemudian dikenal dengan nama Wan Li Chang Cheng [万里长城] yaitu Tembok yang panjangnya puluhan ribu miles. Di Dalam Negeri, Kaisar Qin Shi Huang memerintahkan untuk melakukan pembangunan besar-besaran terhadap Istana dan Kuburan Kekaisaran sehingga memerlukan keuangan dan tenaga kerja yang sangat banyak sekali.

Kaisar Qin Shi Huang dalam 12 tahun masa pemerintahannya sering melakukan perjalanan mengelilingi Negerinya. Tujuan dari perjalanan-perjalanan tersebut antara lain adalah untuk melakukan upacara Ritual Doa untuk keselamatan dan kebahagian serta untuk menunjukan Kewibawaan dan kekuasaan kepada Rakyatnya. Berikut ini adalah perjalanan-perjalanan yang pernah dilakukan oleh Kaisar Qin Shi Huang :

  1. Tahun 220 Sebelum Masehi, melakukan perjalanan ke daerah Long Xi [陇西] dan 2 Propinsi di bagian utara.
  2. Tahun 219 Sebelum Masehi, melakukan perjalanan ke Gunung Zou Yi [邹峄].
  3. Tahun 218 Sebelum Masehi melakukan perjalanan ke Gunung Zhi Fu [芝罘].
  4. Tahun 215 Sebelum Masehi melakukan perjalanan ke Gunung Jie Shi [碣石].
  5. Tahun 210 Sebelum Masehi melakukan perjalanan ke Gunung Jiu Yi [九疑].

Demi untuk mencari cara untuk hidup abadi, Kaisar Qin Shi Huang memerintahkan Xu Fu [徐福] untuk melakukan pelayaran ke seluruh penjuru dunia untuk mendapatkan cara untuk menjadi Dewa, tetapi Xu Fu tidak pernah kembali lagi ke negerinya.

Dalam Perjalanan ke-5 kalinya, Kaisar Qin Shi Huang wafat dalam perjalanan pulang. Perdana Menteri Li Shi dan Kasim Zhao Gao bersekongkol memalsukan Surat Perintah Kaisar untuk membunuh Jenderal besar Meng Tian [蒙恬] dan Pangeran Fu Shu [扶苏] agar dapat mengangkat anak ke 18 Kaisar Qin Shi Huang yang bernama Hu Hai [胡亥] naik ke tahta Kekaisaran menjadi Kaisar Qin Er Shi [秦二世]atau Kaisar Qin II. Beberapa waktu kemudian, Perdana Menteri Li Shi juga dibunuh oleh Kasim Zhao Gao sehingga kekuasaan Dinasti Qin sepenuhnya dikuasai oleh Hu Hai dan Kasim Zhao Gao. Tetapi Kaisar Qin II sangat lemah dan tidak bermoral dan mengikuti semua perkataan Kasim Zhao Gao sehingga banyak pejabat kekaisaran dan Rakyat tidak puas dan kecewa. Dimana-mana terjadi pemberontakan, diantaranya adalah pemberontakan Chen Sheng dan Wu Guang pada tahun 209 sebelum masehi, pemberontakan Xiang Yu dan Liu Bang di tahun 207 sebelum masehi sehingga mempercepat keruntuhan Dinasti Qin.

Pada Tahun 206 Sebelum Masehi, Zhao Gao memaksa Kaisar Qin II (Qin Er Shi) bunuh diri kemudian mengangkat Zi Ying [子婴] menjadi Kaisar Qin III. Tetapi saat itu, Liu Bang telah menyerang ibukota Xian Yang, Kaisar Qin III akhirnya membunuh Zhao Gao dan menyerahkan diri kepada Liu Bang. Dengan demikian pemerintahan Dinasti Qin berakhir.

Dalam perpolitikan pemerintahan Dinasti Qin, pembagian Negara adipati dihilangkan dan kepala daerah diutuskan langsung oleh pusat sehingga memperkuat kekuasaan Kaisar. Pada Tahun 212 Sebelum Masehi, Kaisar Qin Shi Huang menyetujui usulan dari Perdana Menteri Li Shi untuk membakar habis semua buku simpanan pribadi (kecuali Buku sejarah Qin, Buku kedokteran, Buku Pertanian dan Buku Peramalan) dan mengubur secara hidup-hidup para pemikir dan pengikut konsep Lu [儒学] sekitar 460 orang. Tindakan tersebut dikenal dengan istilah  “Fen Shu Keng Ru [焚书坑儒]”, jika diterjemahkan langsung adalah membakar buku dan mengubur pengikut Lu.

Hal ini dilakukan Kaisar Qin Shi Huang untuk menekan para pengikut Lu agar sistem politik baru yang diterapkannya dapat berlangsung dengan baik dan mulus. Tetapi karena Keuangan dan sebagian besar penduduknya dipakai dalam mengadakan pembangunan-pembangunan yang besar  seperti pembangunan Istana, Tembok Raksasa dan tempat pemakaman Kekaisaran, penduduk yang digunakan untuk sektor pertanian dan sektor perekonomian lainnya menjadi sangat sedikit sehingga perkembangan ekonomi saat itu mengalami penurunan. Saat itu, penduduk Dinasti Qin hanya berjumlah sekitar 20-jutaan orang, pembangunan pemakaman memakai sekitar 1,5 jutaan orang,  Penjagaan Lima Gunung penting sekitar 500 ribuan orang, Prajurit untuk pertahanan di perbatasan Xiong Nu sekitar 300 ribuan orang, Pembangunan Pagar Raksasa sekitar 500 ribuan orang dan pembangunan lainnya sekitar 300 ribuan orang. Jadi sekitar 15% penduduknya dipakai untuk melakukan pembangunan-pembangunan yang disebut diatas.

Dinasti Qin yang didirikan oleh Kaisar Qin Shi Huang (Tahun 221 Sebelum Masehi) sampai berakhirnya Dinasti Qin di tangan Kaisar Qin III (Tahun 206 Sebelum Masehi) hanya berumur 15 Tahun.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*