_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"www.dinaviriya.com","urls":{"Home":"http://www.dinaviriya.com","Category":"http://www.dinaviriya.com/36-strategi/","Archive":"http://www.dinaviriya.com/2017/09/","Post":"http://www.dinaviriya.com/pernyataan-menolak-dan-menyangkal-dalam-bahasa-mandarin/","Page":"http://www.dinaviriya.com/idiom-mandarin-cheng-yu/","Attachment":"http://www.dinaviriya.com/pernyataan-menolak-dan-menyangkal-dalam-bahasa-mandarin/pernyataan-menolak-dan-menyangkal-dalam-bahasa-mandarin/","Nav_menu_item":"http://www.dinaviriya.com/1357/","Wpcf7_contact_form":"http://www.dinaviriya.com/?post_type=wpcf7_contact_form&p=255","Insertpostads":"http://www.dinaviriya.com/insertpostads/native-ads-post/","Lh-multisite-ads":"http://www.dinaviriya.com/lh-multisite-ads/1647/","Wp_quiz":"http://www.dinaviriya.com/wp_quiz/quiz-tes-pengetahuan-sejarah-tiongkok/"}}_ap_ufee

Asal Usul Festival Chong Yang (Chong Yang Jie)

Asal usul Festival Chong YangFestival Chong Yang (Chong Yang Jie [重阳节]) merupakan salah satu Hari Raya dalam Tradisi Tionghoa yang jatuh pada bulan 9 tanggal 9 menurut penanggalan Kalender Imlek. Festival Chong Yang yang memiliki arti Panjang umur ini juga dirayakan sebagai Hari Lansia (Lanjut Usia) oleh Warga Tionghoa. Seperti Festival-festival Tradisi Tionghoa lainnya, Festival Chong Yang juga memiliki cerita ataupun legenda mengenai asal usulnya.

Berikut ini adalah Cerita mengenai Asal usul Festival Chong Yang :

Konon, pada zaman Dinasti Han Timur, sebuah Sungai yang bernama Ru He [汝河] terdapat Makhluk Jahat yang menyebarkan Penyakit dengan sebutan Wen Mo [瘟魔]. Setiap kali Wen Mo muncul, setiap keluarga pasti ada yang sakit ataupun meninggal dunia. Penduduk sekitar Sungai Ru He tersebut hidup dalam ketakutan dan sangat menderita karenanya.

Orang Tua seorang Pemuda yang bernama Heng Jing [恒景] meninggal dunia akibat Wabah penyakit yang terjadi di sebuah desa sekitar Sungai Ru He. Heng Jing sendiri juga jatuh sakit. Setelah sembuh dari penyakit yang dideritanya, Heng Jing bertekad untuk mempelajari Ilmu Dewa agar mampu membasmi Wen Mo (Makhluk penyebar Penyakit). Heng Jing pun melakukan kunjungan ke segala penjuru untuk mencari guru yang dapat mengajarkan Ilmu Dewa kepadanya. Akhirnya, Heng Jing mendengar bahwa dibagian Timur terdapat seorang Dewa yang berdiam di sebuah Gunung. Heng Jing kemudian pergi ke Gunung yang dimaksud tersebut.

Dewa tersebut mengajari Heng Jing cara untuk membasmi Setan dan juga memberikannya sebuah Pedang Pembasmi Setan. Heng Jing dengan tekun mempelajari semua Ilmu yang diajari oleh Gurunya tersebut. Akhirnya Heng Jing berhasil menguasai Ilmu Pembasmi Setan.

Sang Dewa yang juga merupakan Guru Heng Jing kemudian memanggilnya dan berkata : “ Besok adalah bulan 9 tanggal 9, Makhluk Penyebar Penyakit akan melakukan kejahatannya, kamu telah menguasai semua ilmu yang telah saya ajarkan, sekarang waktunya kamu membantu Masyarakat untuk membasmi Makhluk Penyebar Penyakit ini”. Sang Dewa memberikan Heng Jing sejumlah daun Zhu Yu [茱萸] dan  alkohol bunga Krisan serta mengajarinya cara untuk menghindari Penyakit. Heng Jing kemudian pulang ke kampung halamannya dengan menaiki seekor Burung Bangau.

Sesampainya di Kampung Halaman, tepatnya pada pagi hari bulan 9 tanggal 9, Heng Jing kemudian menyuruh warga Kampung untuk mengungsi ke sebuah Gunung terdekat serta memberikan setiap orang sehelai daun Zhu Yu dan secangkir minuman Alkohol Bunga Krisan untuk bersiap-siap menghadapi si Makhluk Jahat tersebut. Siang hari, tiba-tiba terdengar suara aneh, Makhluk Penyebar Penyakit muncul dari Sungai Ru He. Tetapi sesampai di kaki gunung, Si Makhluk Jahat tiba-tiba berhenti maju karena mencium bau daun Zhu Yu dan juga Alkohol Krisan. Heng Jing yang sudah lama menunggu Makhluk tersebut langsung turun ke kaki gunung dan bertarung dengan si Makhluk Penyebar Penyakit tersebut dengan menggunakan Pedang pemberian Gurunya. Akhirnya Makhluk Penyebar Penyakit (Wen Mo) berhasil dibunuh oleh Heng Jing.

Setelah peristiwa tersebut, kegiatan berpergian ke daratan yang lebih tinggi (gunung) untuk menghindari Penyakit menjadi sebuah Tradisi Tionghoa yang dilakukan setiap bulan 9 tanggal 9 penanggalan Imlek. Lambat laun tradisi tersebut berkembang menjadi sebuah kegiatan doa keselamatan dan kesehatan  warga Tionghoa.  Disamping itu, menurut pandangan orang Tionghoa, angka 9 yang berganda ( 9 – 9) mengartikan panjang umur dan kesehatan. Oleh karena itu, Festival Chong Yang juga merupakan Hari Lansia (Lanjut usia).

Pada tahun 2015, Festival Chong jatuh pada tanggal 21 Oktober 2015.

Selamat Festival Chong Yang …. Semoga anda bebas dari segala Penyakit dan Sehat selalu….

重阳节快乐 。。。

Happy Chong Yang Festival ….

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*