_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"www.dinaviriya.com","urls":{"Home":"http://www.dinaviriya.com","Category":"http://www.dinaviriya.com/36-strategi/","Archive":"http://www.dinaviriya.com/2017/05/","Post":"http://www.dinaviriya.com/nama-negara-di-dunia-dalam-bahasa-mandarin/","Page":"http://www.dinaviriya.com/idiom-mandarin-cheng-yu/","Attachment":"http://www.dinaviriya.com/nama-negara-di-dunia-dalam-bahasa-mandarin/nama-nama-negara-dalam-bahasa-mandarin/","Nav_menu_item":"http://www.dinaviriya.com/1357/","Wpcf7_contact_form":"http://www.dinaviriya.com/?post_type=wpcf7_contact_form&p=255"}}_ap_ufee

Asal Usul Festival Duan Wu (Duan Wu Jie)

Duan wu JieSetiap Tanggal 5 bulan 5 penanggalan kalender Imlek, Masyarakat Tionghoa dalam tradisinya selalu memperingati sebagai Hari Raya Duan Wu atau Duan Wu Jie [端午节]. Hari Raya Duan Wu ini telah diperingati semenjak 2000 tahun yang lalu dan merupakan tradisi yang tak terpisahkan dalam kebudayaan Masyarakat Tionghoa. 2 kegiatan penting yang masih dapat kita temui sampai saat ini dalam memperingati Festival Duan Wu adalah makan Bak Cang dan Kegiatan perlombaan Perahu Naga.

Terdapat banyak sebutan untuk Festival Duan Wu, diantaranya adalah  Wu Ri Jie [午日节]、Chong Wu Jie [重五节],Wu Yue Jie [五月节]、Yu Lan Jie [浴兰节],Tian Zhong Jie [天中节]、dan Shi Ren Jie [诗人节]. Dalam Bahasa Inggris, Festival Duan Wu sering disebut dengan  Dragon Boat Festival yaitu Festival Perahu Naga.

Terdapat banyak sekali versi mengenai asal usul tentang Festival Duan Wu, diantaranya adalah Cerita tentang kematian Tokoh Patriot Qu Yuan [屈原], Cerita tentang Perdana Menteri Wu Zi Xu [伍子胥]  di Negara Chu yang Setia dengan Negaranya dan juga Cerita tentang Anak yang berbakti Chao E [曹娥].

Tetapi versi yang paling berpengaruh dan paling banyak diceritakan adalah mengenai kematian Tokoh Patriot Negara Chu yang bernama Qu Yuan di zaman Chun Qiu Zhan Guo [春秋战国].

Festival Duan Wu untuk memperingati Qu Yuan [屈原]

Menurut Buku Sejarah “Shi Ji [史记]” biografi Qu Yuan ”Qu Yuan Jia Sheng Lie Zhuan [屈原贾生列传]”, Qu Yuan adalah seorang Menteri dan juga seorang Sastrawan Kerajaan Chu [楚国] pada zaman Chun Qiu [春秋]. Raja Chu saat itu adalah Chu Huai Wang [楚怀王]. Qu Yuan menganjurkan beberapa pandangan Politiknya seperti memperkuat Militer Kerajaan, Memperkuat Ekonomi Kerajaan, Menggunakan Orang-orang terpelajar dan bijak serta bersekutu dengan Kerajaan Qi untuk melawan Kerajaan Qin. Tetapi anjuran-anjuran tersebut semuanya ditantang oleh kaum bangsawan. Qu Yuan kemudian diberhentikan dari Jabatan kementeriannya dan diusir keluar dari Ibukota Kerajaan Chu tersebut serta diasingkan ke daerah Yuan dan daerah Xiang. Di Pengasingannya tersebut, Qu Yuan menuliskan beberapa karya Puisi yang  menunjukkan kekuatirannya kepada Negara dan Rakyatnya. Puisi-puisi yang sangat berpengaruh tersebut diantaranya adalah “Li Sau [离骚]”, Tian Wen [天问]” dan “Jiu Ge [九歌]”. Pada Tahun 278 Sebelum Masehi, Pasukan Militer Kerajaan Qin berhasil menguasai Ibukota Kerajaan Chu. Qu Yuan merasa sangat sedih, hatinya bagaikan ditusuk oleh ribuan pedang. Tapi Qu Yuan tetap saja tidak mau meninggalkan Negeri tercintanya ini sehingga pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Kalender Imlek, Qu Yuan menuliskan Karya Puisi terakhirnya yang berjudul “Huai Sha [怀沙]” kemudian dengan memeluk sebuah batu besar, Qu Yuan melompat ke dalam Sungai “Mi Luo [汨罗]”. Qu Yuan mengorbankan dirinya demi Kesetiaan dan kecintaannya terhadap negerinya, Negara Chu.

Karena Qu Yuan juga merupakan Sastrawan yang berjasa, maka Festival Duan Wu juga disebut dengan Shi Ren Jie [诗人节] yaitu hari Sastrawan  Puisi.

Mendengar tentang kematian Qu Yuan, Rakyat Kerajaan Chu berbondong-bondong menuju ke Sungai Mi Luo dengan tujuan untuk dapat menyelamatkan Mayat Qu Yuan agar tidak dimakan oleh ikan-ikan atau binatang sungai lainnya. Banyak diantara mereka yang menggunakan Perahu untuk mencari Mayat Qu Yuan. Terdapat seorang Nelayan yang kemudian melemparkan nasi, telur ayam dan makanan lainnya ke dalam sungai agar Ikan, Udang dan binatang sungai lainnya tidak memakan mayatnya Qu Yuan. Karena mendengar penjelasan dari Nelayan tersebut, Rakyat Kerajaan Chu kemudian ramai-ramai menirunya dengan melemparkan Makanan-makanan tersebut ke dalam sungai.

Seorang tabib (dokter) tua juga menuangkan sejumlah minuman beralkohol ke dalam sungai dengan tujuan untuk memabukkan binatang-binatang sungai agar tidak memakan mayat Qu Yuan. Kemudian juga ada yang membungkus nasi-nasi tersebut dengan daun dan mengikatnya dengan benang berwarna sehingga dalam perkembangannya hingga kini menjadi makanan Bak Cang seperti yang kita kenal sekarang.

Setelah itu, muncullah tradisi makan Bak Cang dan Kegiatan Lomba Perahu Naga di setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek untuk mengenang Qu Yuan yang dikenal juga dengan Nama festival Duan Wu.

Di Tahun 2017, Festival Duan Wu jatuh pada tanggal 30 Mei 2017.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*